Manifesto ini adalah kodifikasi etika bagi para buruh digital yang memandang baris kode sebagai ladang pengabdian. Menggabungkan prinsip Clean Code (Robert C. Martin) dengan kearifan lokal Lintang Waluku, sebagai kompas teknis dan moral dalam berkarya.
I. Eling lan Waspada (Cleanliness & Alertness)
Prinsip Teknis: Code Smells & Error Handling Seorang pengembang harus Eling (ingat) pada struktur yang benar dan Waspada terhadap potensi kegagalan sistem.
- Manifesto: Kami tidak membiarkan kode menjadi "hutan belantara" yang membingungkan. Setiap fungsi harus memiliki tanggung jawab tunggal (Single Responsibility Principle).
- Aksi: Segera bersihkan technical debt. Jangan biarkan commented-out code atau variabel tak terpakai mengotori "sawah" digital kita. Tangani pengecualian (exception handling) dengan anggun, bukan sekadar menyembunyikan kesalahan.
II. Ngluku Kanthi Titi (Precision in Implementation)
Prinsip Teknis: Meaningful Names & Formatting Membajak sawah (Ngluku) membutuhkan ketelitian agar jalur tanam rapi. Begitu pula dengan penamaan dalam kode.
- Manifesto: Nama variabel, fungsi, dan class harus mengungkapkan niat (reveal intention). Kami menolak penamaan yang ambigu.
- Aksi: Gunakan nama yang deskriptif (misal: hitungZakatPetani(), bukan hzt()). Konsistensi indentation dan formatting bukan sekadar estetika, melainkan penghormatan kepada rekan tim yang akan membaca kode tersebut.
III. Memayu Hayuning Bawana (Refactoring for Sustainability)
Prinsip Teknis: Refactoring & Scalability Prinsip Jawa untuk "memperindah keindahan dunia" diterjemahkan sebagai kewajiban untuk selalu meninggalkan kode dalam kondisi yang lebih baik dari saat kita menemukannya (Boy Scout Rule).
- Manifesto: Kode yang bekerja saja tidak cukup; kode harus berkelanjutan. Kami melakukan refactoring bukan karena sistem rusak, tapi agar sistem terus relevan dan efisien.
- Aksi: Optimalkan kueri database (MySQL/PostgreSQL) agar tidak membebani server. Gunakan abstraksi yang tepat agar aplikasi (seperti Next.js atau Laravel) mudah diskalakan saat "musim panen" (lonjakan trafik) tiba.
IV. Rukun Agawe Santosa (Collaboration & Readability)
Prinsip Teknis: Peer Review & Documentation Kerukunan membawa kekuatan. Dalam pengembangan program, kerukunan diwujudkan melalui kemudahan kode untuk dibaca oleh orang lain.
- Manifesto: Kami menulis kode untuk manusia, bukan hanya untuk mesin. Kode adalah media komunikasi antar pengembang.
- Aksi: Lakukan Pull Request dengan empati. Berikan dokumentasi yang memanusiakan pengguna dan pengembang berikutnya. Jangan membangun "menara gading" dengan logika yang sengaja dibuat rumit (over-engineering).
V. Ngundhuh Wohing Pakarti (Reliability & Deployment)
Prinsip Teknis: Unit Testing & CI/CD "Memanen buah dari perbuatan." Hasil akhir (panen) ditentukan oleh kualitas proses penanaman dan pemeliharaan.
- Manifesto: Kami tidak merilis kegagalan. Setiap fitur harus divalidasi dengan pengujian yang ketat sebelum menyentuh tangan pengguna.
- Aksi: Terapkan Unit Testing sebagai jaminan kualitas. Pastikan alur deployment (seperti penggunaan PM2 atau CloudPanel) berjalan otomatis dan aman, sehingga "buah" digital yang sampai ke masyarakat adalah buah yang matang dan tanpa cacat.
Sumpah Pengembang Lintang Waluku
"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani."
Di depan, kodeku menjadi teladan standar kualitas. Di tengah, sistemku membangun semangat kemudahan bagi sesama. Di belakang, teknologiku mendorong kemajuan tanpa harus menonjolkan diri.